Umat Islam dan “Perang Opini”
Rekan sekalian, saya tidak sempat menulis, tapi hanya mengutip beberapa pendapat, mari kita berdiskusi mencari penyelesaiannya:
====
- Bombardir informasi akan membuat image yang tertanam di kawasan lawan dan melemahkan posisi lawan. Teknik ini sering dikenal sebagai “information imprialism” dalam strategi perang informasi. (Onno W. Purbo, Filosofi Naif, Kehidupan Dunia Cyber, hal 124).
- La Feber menilai dengan teknologi baru pertempuran-pertempuran akan terjadi dalam sebuah kampung global yang terkurung dan saling terkait, dimana tak seorang pun dapat meloloskan diri. (Walter la Feber, Michael Jordan dan Neo Kapitalisme Global, hal xxix ).
- Menurut Ziauddin Sardar, “Ummat Islam akan terus menjadi objek ketidakadilan informasi dunia, jika kita sendiri tidak pernah memberikan informasi yang cukup dan kerja keras di bidang informasi.” (Ainur Rofiq Sophiaan, Tantangan Media Informasi Islam, antara profesionalisme dan Dominasi Zionis, hal 72).
- Kekuatan media yang mereka kembangkan memiliki potensi untuk menjadikan negara-negara miskin atau dunia ketiga menjadi sasaran “penjajahan informasi”. Ini disebabkan ketidakseimbangan atau ketimpangan pertukaran informasi antar dua negara atau lebih, sehingga yang terjadi “pencekokan” informasi dari negara maju. Dengan dominasi alat-alat komunikasi itulah negara-negara maju leluasa melakukan “rekayasa informasi global” (Adian Husaini, Penyesatan Opini, Suatu Upaya Mengubah Citra, hal xxxvii ).
- Posisi penting dari Informasi kini dengan cepat menjadi suatu komoditi primer dan sumber kekuasaan. Dalam beberapa dekade mendatang, teknologi-teknologi informasi akan menjadi alat terpenting untuk memanipulasi dan mengendalikan; menguasai informasi akan menjadi faktor yang sangat menentukan antara mereka yang akan menerapkan kekuasaan riil dan mereka yang akan semata-mata dimanipulasi dan dijanjikan objek. Bagi negeri-negeri muslim, abad informasi bisa berubah menjadi suatu abad kolonialisme baru. (Ziaudin Sardar, Tantangan Dunia Islam Abad 21,cet VI, hal 16).
===
rahadiar–
ingat, 8 juli 2009 besok bukanlah fajar kemenangan islam
jangan pernah berpikir bahwa demokrasi akan membawa kenikmatan, karena sesungguhnya kenikmatan demokrasi hanya milik kaum borjuis, para kapitalis, dan pecundang penjilat kekuasaan. demokrasi tak akan memberikan manfaat secuil pun bagi rakyat, karena demokrasi akan menguras semua milikmu sampai gemerincing receh terakhir di sakumu. demi membeli jasa kesehatan, demi menebus harga pendidikan, demi menukar keringat yang kau keluarkan untuk mengisi perutmu yang tak pernah diisi makanan bergizi. makanan sisa itu hanya sekadar memberi umpan cacing di perutmu yang juga protes tak diberi makan bersama kelaparanmu.
jangan pernah berpikir bahwa demokrasi itu menyenangkan. tidak kawan. demokrasi hanya menyenangkan kerongkongan dan mengenyangkan perut konglomerat dan penguasa zalim, beserta para begundalnya yang rela menjilati kursi kekuasaan tuannya demi segepok rupiah haram. demokrasi tak pernah menjanjikan kebahagiaan bagi rakyat banyak, karena penguasa yang telah dipilih oleh rakyat tega mencabut subsidi pelayanan kebutuhan publik demi mendapatkan gelontoran utang dari para penjajah yang membuatnya telah berkuasa. ya, para penguasa itu telah menginjak mulut dan kepalamu dengan sombongnya, mereka lupa janji manis semasa kampanye. adakalanya berbasi-basi demi mendapat simpati rakyat, tapi sejatinya mereka hanya meminta suara dari rakyat agar bisa menginjak rakyat sepuasnya karena sudah ada kesepakatan tersembunyi dengan para negara donor yang menjamin keberlangsungan kekuasaannya. demokrasi tak menjanjikan apa-apa kecuali kemelaratan!
jangan pernah berpikir dan berharap bahwa demokrasi itu ratu adil. tidak kawan. demokrasi itu bajingan, penipu. memang sifat bajingan dan penipu milik manusia, bukan untuk sebuah konsep seperti demokrasi, tapi ciri-ciri itu ada pada demokrasi dan semua pejuangnya. demokrasi telah berhasil menipu manusia bodoh, bahkan yang mengerti agama sekalipun bisa bertekuk lutut dan berbuka syahwat lebar-lebar untuk mendapatkan kekuasaan, atau kecipratan jatah kursi jabatan negara setelah melakukan kesepakatan dengan calon pemimpin negara. peduli setan apakah cara yang ditempuhnya halal atau haram, karena batas iman dan kufur pun sangat tipis. pragmatis adalah pilihan. dan itu bagian dari konsekuensi meraih kekuasaan. alangkah hinanya mengemis jabatan, hingga idealisme yang dimiliki diinjaknya dan dihancurkan dengan sangat bangga. tak peduli apakah hal itu memicu gelombang protes dari pendukungnya sendiri karena yang terpenting harus fokus memacu libido nafsu agar orgasme politiknya tersalurkan. demokrasi menyediakan surga bagi pemuja hawa nafsu. padahal, yang dikejarnya hanyalah sesaat, sangat sesaat.. selebihnya nikmat membawa sengsara. tapi yakinlah, mungkin demokrasi bisa menipu banyak orang, tapi tidak akan mampu menipu semua orang. masih ada orang yang waras, yang masih punya harga diri tinggi, masih memiliki kemuliaan dan masih kuat kokoh imannya.
jangan pernah berpikir dan mengkhayal bahwa demokrasi itu petunjuk jalan kebenaran. tidak kawan. demokrasi adalah peta buta, berliku, penuh lubang dan menyesatkan. sejatinya demikian kawan. meski tampak indah display-nya, tapi isinya penuh racun, berbisa sangat dahsyat. demokrasi memang tidak saja sesat, tapi juga menyesatkan. yang ulama saja bisa jadi salah jalan, apalagi yang awam. demokrasi memang najis tiada berkah.
pemilu bisa direkayasa. tergantung siapa yang ingin menang. menginjak prinsip demokrasi itu sendiri. siapa yang kuat dananya bisa membayar untuk apa saja. karena untuk mengeruk suara sebanyak mungkin adalah hal mudah. sudah menjadi rahasia umum, jika tim sukses mengerahkan dana berlimpah-ruah untuk membujuk rakyat agar suaranya bisa disalurkan ke calon yang diperjuangkannya. inilah demokrasi, ironi tak berkesudahan, pengkhianatan berkepanjangan terhadap rakyat.
apa yang diharapkan dari pemilu 8 juli besok? nothing! bagi rakyat tak ada yang bisa menjadi pegangan untuk kehidupan yang lebih baik. demokrasi hanya milik mereka yang bermodal raksasa, mereka yang hobi melacurkan syahwatnya tanpa kendali. demokrasi harus steril agama, meski agama kadang dijual demi kursi kekuasaan. memalukan dan sangat hina.
wahai para pejuang islam, rapatkan barisan hantam kezaliman. keraskan suara kebenaran mengalahkan bisingnya irama kebatilan, arena mikropon bisa kau jadikan senjata menyuarakan kebenaran islam, dunia maya bisa kau jadikan amunisi menghabisi para pecundang penjilat kekuasaan. selaraskan jari-jarimu dalam irama menabuh tuts-tuts keyboard agar kata yang tertulis, kalimat yang tertata menjadi chain reaction menggelontorkan ide-ide dahsyat dalam perang pemikiran ini. kita berada di jalan yang benar. sangat benar. tak pernah bercampur keimanan dan kedustaan dalam satu raga. tak akan pernah bercampur debu jihad fisabilillah dengan asap neraka jahannam. islam tak akan pernah bisa berdampingan dengan demokrasi. karena sejatinya, demokrasi dan islam adalah saling bertentangan dan saling menentang. pertarungan antara yang haq dan yang bathil akan terus berlangsung hingga kebenaranlah yang akan dimenangkan oleh Allah SWT. sabda nabi SAW: “Perkara ini (Islam) akan merebak di segenap penjuru yang ditembus malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun, baik gedung maupun gubuk melainkan Islam akan memasukinya sehingga dapat memuliakan agama yang mulia dan menghinakan agama yang hina. Yang dimuliakan adalah Islam dan yang dihinakan adalah kekufuran” (HR Ibnu Hibban)
ingat, 8 juli 2009 besok bukanlah fajar kemenangan islam, bukan pula awal kebangkitan islam, tapi awal kehancuran baru bersama demokrasi! percayalah! percayalah! Allah SWT dan Rasul-Nya tak pernah meminta kita berhukum dengan selain islam.
salam revolusi
-rahadi ar–